Archive for the ‘tidak berpikir’ category

agustus 2009

August 22, 2009

sinar tenggelam, kapal bergoyang tenang

sepucuk kabar membuatku harus pulang

ketika bertemu jiwapun goncang

dan pikiranpun terbang melayang

20 agustus ketika itu

hitam hati terbuka, dengan malu

sesal sudah tak berlaku

harap maaf terbukalah pintu

hari pertama puasa romadhon, 22 agustus tepatnya

datanglah kabarnya

diputuskanlah keputusannya

tertusuk  aku dibuatnya

sebab menanam luka

aku tak berharap mendapat suka

mohon ampun aku buka

agar Tuhan tidak murka


untuk lilin yang menerangi kegelapan, bersemangatlah, malam masih panjang dan pekat,

jangan lelah berjuang…






Advertisements

song for her

December 11, 2008

silent inside logging cab

my skin getting dried

caused by the cold wind blow

and the people moving around

listening to love song

made me remember you

thousand miles away from me

did u also remember me?

i spooled the cable, control the winch

saw drum rotated in front of me

just like our love story

again, i remember u, thats make i miss u

i was tired this whole week

this class push down my brain

cut off my muscle

and the cold wind still blew

but when i call u, hearing your voices

i got my spirit back

i got my power back

i knew, u  are my inspiration

my freezing heart was melted because of u

my little  candle

lab D, FWTC – TX

jalanan amerika

November 30, 2008

sign1

hampir dua bulan saya studi di amerika. kebetulan, saya tiggal disebuah kota yang cukup nyaman untuk ditinggali, dallas fort worth (DFW). konon katanya, DFW termasuk the best city for living on US. sebuah contoh kecil yang bisa saya sebutkan, sangat sulit untuk tersesat disini. artinya, jika kita mempunyai alamat yang jelas, kita pasti bisa sampai tujuan, 95% pasti itu. itu dikarenakan kemudahan2 yang didapat, semisal, rambu2 jalan. rambu itu sunggguh komunikatif dan mudah dimengerti. dan ini bukan hanya di DFW saja ternyata, namun disepanjang jalan yang saya lalui, ketika saya bermain2 ke houston, terasa begitu jelas. tapi memang sih, tidak semua rambunya jelas, seperti di houston, terdapat beberapa tanda yang membingungkan, tapi itu mungkin karena saya saja yang tidak bisa membaca rambu2.

apalagi jika kita menggunakan GPS (Global Positioning System), ehm, dijamin enak banget…tapi entah apakah kota2 lain di amerika senyaman ini? entahlah…

November 30, 2008

sitazman1

<blank>

<trying>

<beep>

 aku menyayanginya

aku mencintainya

kekasihku disana, tunggu aku pulang……….

 

ditengah kerinduan yang mendalam

fort worth, TX  29 Nopember 2008 ( 18:11)

mengenang changi airport

November 9, 2008

sudut-changi2juni 2008, saya dan kawan satu base  diberi kesempatan  training di mesir (egypt).  hal ini diluar dugaan kami semua, dan tentu saja, kami senang luar biasa. this is the first time to go to the other country. apalagi berdasarkan fakta sejarah, negara ini memiliki peninggalan  peradaban  masa lalu yang cukup luar biasa, sphinx dan piramida.

segera kami mempersiapkan diri, dan karena masih ndeso, kami membawa banyak sekali perbekalan, seperti alat mandi lengkap, ATK lengkap. dalam hati, ketika itu kami berpikir, sayang sekali kalau mengeluarkan uang hanya untuk membeli alat-alat sepeti itu, pasti mahal.

kami transit di singapura, luar biasa, airport terbaik yang pernah saya lihat, begitu, tertata, dan tidak nampak seperti airport, seprti layaknya taman saja, indah, cangggih pula. sungguh menarik. kami pun check-in karena sudah mendekati jem penerbangan, melewati gate pemeriksaan, tas dan perlengkapan lain diletakkan di scan conveyor , dan ups, tas saya berbunyi, petugas berdarah india itu lagnsung melihat kearah saya, saya cuek saja, karena yakin tidak membawa benda berbahaya, apalagi narkoba. tas saya pun di geledah, ya, ditemukanlah penyebabnya, sebuah pasta gigi pepsodent 190gr. petugas itu mengambil dan membuangnya, dan menjelaskan jika berat maksimum dari benda seperti itu adalah 100gr. tentu saja, bukan hanya pasta gigi yang diambil, sabun cair dan shampo pun turut serta terbang ke keranjang sampah (ketika saya sempatkan melongok ke dalam keranjang sampah itu, mungkin sudah ada ratusan, pasta gigi, sabun, dsb). saya pasrah saja. kemudian tas saya pun di scan lagi, kali ini berbunyi lagi, ups, rupanya saya membawa gunting kecil dan isi staples, petugas itu memelotoin saya (heran, biasanya petugas bandara itu ramah-ramah, tapi kok ibu india ini  tidak ya?), dia bertanya “what is this..?”  sudah jelas kok tanya, saya pikir. saya langsung diberi selembar surat untuk ditandatangani, disitu tertandan kalu saya membawa sejenis benda berbahaya, dan benda itu akan dikarantina di bandara ini, bisa diambil setelah saya pulang dari mesir. dengan malas hati, saya tanda tangan juga, daripada lama…tapi setelah saya berpikir, hal itu ada benarnya, benda umum yang dibawa oleh penumpang ketika bepergian tentu saja peralatan mandi, dengan membatasi berat benda tersebut, meski nampaknya kecil, tentu akan membawa dampak besar bagi kestabilan pesawat. nah, dengan membuang benda itu, apalagi harganya cukup murah, diharapkan penumpang ikhlas, dan dijadikan pelajaran, sementara itu, pihak bandara juga tidak merasa terlalu berdosa ketika membuangnya (ini asumsi saya saja lo).

tapi yang penting, sebuah tindakan, pasti didasari oleh sebuah landasan.

 

fort worth, TX – sembilan nopember 2008 (07:18)